Selasa, 04 Oktober 2011
Isi Kuburan Maya Ditelusuri Kamera
Oktober 04, 2011
Sebuah kuburan Bangsa Maya, yang terisolasi selama 1.500 tahun, akhirnya diungkap oleh sebuah kamera kecil dalam penelitian para arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) pada Kamis (23/6/2011) lalu. Kubur itu berisi lukisan yang menampilkan 9 bentuk tubuh, tembikar, batu giok, dan cangkang.
Kuburan yang berada di Palenque, bagian dari reruntuhan batu di Chiapas, Meksiko, ditemukan pada tahun 1999 di bawah sebuah bangunan yang disebut Temple XX. "Tapi, saat itu bangunan batu dan lokasi tidak memungkinkan eksplorasi," kata peneliti dari INAH.
Peneliti INAH menyusupkan kamera kecil lewat lubang berukuran 15x15 sentimeter yang ada di atas kubur. Sekilas kamera berhasil menangkap gambar sarkofagus dan tembikar. Berdasarkan isi ruangan, INAH memperkirakan kubur tersebut merupakan tempat peristirahatan seorang pembesar yang berkuasa di Palenque sekitar 431 SM sampai 550 SM.
Menurut arkeolog INAH, penjelajahan di sekitar kubur pada periode yang sama menunjukkan bahwa daerah tersebut merupakan daerah kuburan para raja. Temple XX dibangun di situ belakangan.
(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
Sumber :
Catatan Sejarah dari Feses Orang Romawi
Oktober 04, 2011
Sekitar 10 ton feses berumur 2.000 tahun diangkat dari bekas pembuangan limbah di bawah kota kuno Herculaneum, dekat Naples, Italia. Kandungan feses tersebut bisa memberikan pandangan baru tentang kehidupan orang-orang biasa sehari-hari dalam Kekaisaran Roma.
Berdasarkan temuan biji-bijian, pecahan cangkang, dan temuan lain menunjukkan bahwa penduduk Herculaneum memiliki jenis makanan yang beragam, termasuk ayam, kambing, ikan, buah ara, adas, zaitun, bulu babi, dan beberapa moluska. "Makanan standar orang kota," kata peneliti sejarah Andrew Wallace-Hadrill. "Jenis makanan yang baik, yang akan direkomendasikan dokter," tambahnya.
Temuan ini dianggap menarik karena mengungkap makanan orang-orang biasa. Makanan yang biasa terungkap adalah makanan para kaum elite Roma. "Baru sedikit yang diketahui tentang makanan orang biasa," Wallace-hadrill memberi catatan.
Feses ditemukan di tempat penampungan yang menampung limbah dari blok-blok tempat tinggal serta toko-toko. Menurut ilmuwan, tempat limbah ini dianggap terbesar dari yang pernah ditemukan. Panjangnya mencapai 70 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 2 hingga 3 meter. Para peneliti tidak menemukan saluran pengaliran dari tempat penampungan.
Tempat penampungan tersebut diperkirakan berasal dari tahun 79 SM. Saat itu, terjadi letusan Gunung Vesuvius yang mengubur Herculaneum dan tetangganya yang terkenal Pompeii.
Para peneliti menemukan perhiasan, koin, dan batu-batu berharga dari toko pernak-pernik. Mereka juga menemukan perabotan rumah tangga, seperti lampu rusak dan barang-barang pecah belah.
Fesesnya sendiri, seperti dikatakan Wallace-Hadrill, "Sama sekali tidak berbau." Saat ini baru 70 karung dari 774 karung feses yang sudah diteliti. Penelitian lebih lanjut, penelitian mikroskopis, terhadap feses diharapkan memberi informasi mengenai penyakit, bakteri, atau infeksi parasit.
(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
Sumber :
Lukisan Tertua dari Zaman Es
Oktober 04, 2011
Ukiran pada fosil tulang mamalia besar yang ditemukan di Vero Beach, Florida, Amerika Serikat, diperkirakan sebagai sampel tertua dari karya seni yang pernah ditemukan. Para peneliti dari Smithsonian Institution dan University of Florida memastikan temuan tersebut setelah melalui proses panjang yang melibatkan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu.
Ukiran bergambar mastodon itu memiliki panjang tiga inci dari ujung kepala hingga ujung ekor serta tinggi 1,75 inci dari ujung kepala hingga telapak kaki kanan depan. Para peneliti memeriksa komposisi dasar tulang yang diukir itu dan membandingkannya dengan tulang lain dari Old Vero Site, lokasi penemuan tulang manusia yang berdekatan dengan tulang hewan purba Zaman Es yang sudah punah.
Mereka menggunakan mikroskop optik dan elektron yang menunjukkan tidak ada perbedaan warna pada alur ukiran dengan bagian lainnya. Itu menunjukkan bahwa ukiran tersebut bukanlah hasil rekayasa dan asli berasal dari 13 ribu tahun atau lebih. Penemuan tulang oleh pemburu fosil James Kennedy awalnya sempat diragukan keasliannya.
Spesimen langka ini pun diakui sebagai bukti bahwa manusia yang tinggal di Amerika pada Zaman Es telah menciptakan karya seni berupa gambar hewan yang mereka buru. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science ini sekaligus memperkuat temuan dan argumentasi ahli geologi Elias Howard Sellards di Old Vero Site pada awal abad 20.
(National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)
Sumber :
Rangka Monster Purba Ditemukan di Australia
Oktober 04, 2011
Rangka monster purba yang disebut Diprotodon ditemukan di wilayah Teluk Carpentaria, Queensland, Australia. Penemuan ini istimewa sebab hampir semua tulang penyusun rangka monster tersebut ditemukan di satu lokasi. Hanya satu tulang kecil yang hilang.
"Apa yang kita lihat di sini adalah marsupial (hewan yang membawa anakannya di dalam kantung) terbesar yang pernah ada di dunia," kata Profesor Michael Archer, peneliti dari Australia Museum yang turut berperan menemukan rangka monster tersebut.
Seorang pembuat gambar telah berusaha menggambarkan bentuk monster ini sesuai rangka yang ditemukan. Diperkirakan, Diprotodon memiliki panjang 14 kaki (setara 4,26 meter) dan berat 3 ton. Meski punya ukuran tengkorak besar, monster ini diperkirakan tidak cerdas karena tengkoraknya lebih banyak terdiri dari rongga udara.
Diprotodon diperkirakan tersebar di Australia antara 25.000 tahun dan 2 juta tahun lalu. Mereka eksis sejak kedatangan pertama suku Aborigin sekitar 50.000 tahun lalu. Melihat kelengkapan rangka dan kerusakan yang minim, diperkirakan rangka yang ditemukan kali ini berasal dari individu terakhir yang hidup.
"Kami sekarang berharap bisa merekonstruksi rangka tersebut, menyusun kembali pada posisi yang tepat agar bisa memberi gambaran yang lebih bagus, seperti apa makhluk ini," kata Archer seperti dikutip Daily Mail, Senin (4/7/2011).
Sebelumnya, rangka dari jenis yang sama pernah ditemukan di New South Wales, tetapi tidak lengkap. Dengan penemuan rangka lengkap kali ini ditambah lubang kecil yang ada di tulang rusuk tanda pernah ditombak, misteri monster tersebut diharapkan bisa lebih terkuak.
Sumber :
Grafiti di Makam Yahudi Kuno Terungkap
Oktober 04, 2011
Coretan makam di perkuburan Yahudi kuno berhasil diuraikan seorang ahli arkeologi. Isinya mengungkap pertalian keyakinan orang Yahudi dengan budaya Romawi.
Karen Stern adalah ahli arkeologi dan asisten profesor pada departemen sejarah di Brooklyn College yang berhasil menguraikan dan menginterpretasikan coretan makam di situs pemakaman Yahudi kuno yang berada di Beit She'arim, Israel.
Stern menemukan coretan grafiti berupa tulisan Yunani kuno di dalam Gua Peti Mati. Coretan tersebut berukuran amat kecil dan berada di dekat relung tempat lampu minyak. Salah satunya berbunyi, "Teguhkan hati, Orang Tua Suci dari Pharcitae, udes adonitas-tak ada yang hidup abadi". Menurut Stern, maksud coretan itu adalah untuk menenangkan orang mati yang sedang dibawa ke ruangan bawah tanah agar ia tidak merasa lemah hanya karena ia sudah meninggal.
Coretan lainnya berbunyi, "Semoga sukses dalam kebangkitan Anda". Selain itu, ada juga mantra-mantra magis dalam bahasa Yunani, kutukan dalam bahasa Aramaik yang isinya berupa ancaman nasib buruk yang akan menimpa siapa saja yang menjarah makam.
Gua Peti Mati merupakan kawasan pemakaman luas dengan beraneka ragam pusara. Sarkofagus sendiri bukan merupakan tradisi Yahudi, melainkan Romawi. Pada masa kejayaan Romawi, orang Yahudi percaya apabila mereka meniru orang Romawi, bicara seperti orang Romawi, dan berperilaku seperti orang Romawi, maka mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik.
(National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)